5 kisah sedih seorang ibu miskin, anda baca mesti sebak

5 kisah sedih seorang ibu miskin, anda baca mesti sebak

 

Pernahkah mendengar kisah-kisah sedih seorang ibu miskin yang kemudian ditinggal anaknya ? Ada pula kisah sedih ibu miskin yang meinggal karena tak memiliki makanan.

Ibu adalah sosok paling berharga dalam hidup. Ia rela malakukan banyak pengorbanan, khususnya pada anak. Sosok ibu tentunya adalah orang yang amat penting dalam hidup. Namun, terkadang nasib tak berpihak, ada beberapa ibu yang hidup dalam keadaan miskin. Seperti dalam beberapa kisah berikut.

1. Ibu Meninggal Kelaparan Di Serang

Kejadian ini terjadi saat pandemi Covid melanda negeri. Ibu rumah tangga di Serang, Banten meninggal akibat menahan lapar dengan hanya minum air galon isi ulang selama dua hari. Ibu bernama Yulie Nuramelia (43) tahun, meninggalkan 4 orang anak. Ibu malang ini bekerja sebagai pemulung dan pencari rongsokan.

Sebelumnya Bu Yulie sudah dibantu oleh para relawan. Bahkan pagi harinya ia didatangi relawan yang memberikan bantuan dari para donatur. Namun takdir berkata lain, ia meninggal sore hari sekitar pukul 15:09.

Kami mencoba mencari beberapa kabar terkait bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun bantuan kesejahteraan. Namun tak ada kabar jika keluarga ini mendapatkan bantuan dari negara. Padahal amat nampak kemiskinan mereka.

Suami bekerja sebagai seorang pemulung dengan penghasilan sekitar 25 sampai 30 ribu saja. Jelas bahwa mereka adalah keluarga miskin yang harusnya ditanggung oleh negera. Sebab, pajak negara ini amat banyak, jika untuk memberi makan orang miskin tentulah bisa.

2. Jadi Kuli Bangunan

Seroang janda 4 anak harus rela menjadi kuli bangunan agar ke empat anaknya bisa hidup. Ia harus mengaduk semen, mengangkat bahan berat dan juga melakukan pekerjaan laki-laki lainya.

Pekerjaan berat ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Tak ada pilihan lain sebab tak ada keluarga dan saudara yang bisa menolongnya. Semua memiliki ekonomi rendah. Naasnya ia belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia pun terus membantung tulang dengan hasil yang tak seberapa.

3. Nenek Jadi Supir Karena Tuntutan Kebutuhan

Seorang nenek mampu menjadi seorang pengendara sopir truk dengan lincah. Hal bearat inin dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.  Dalam keseharian, nenek ini dengan lihai mampu mengendarai truknya. Aksi nenek tangguh menyetir truk ini direkam oleh pengguna Tik Tok @ratupanjalu yang kemudian diunggah di Facebook oleh Alexs Aspal.

4. Miskin dan Tak Punya Keluarga

Naas dialami warsinah, bak jatuh tertimpa batu sebesar rumah. Ia diceraikan lalu ditinggalkan oleh suami dan anaknya. Ia juga tak ditinggali harta sepeserpun. Ia juga tak memiliki siapa-siapa lagi. Ia pun membatang kara, hidup miskin dan sendiri dalam kekurangan.

Mantan suami membawa anak-anaknya saat masih kecil. Mantan bejad ini juga memberitahu pada anak-anaknya bahwa ibunya telah meinggal dunia. Hal itu membuat para anaknya tak lagi mencari sang ibu.

5. Miskin, Nenek Julaeha Hanya Makan Daun Dicampur Garam

Nenek Julaeha (90) tinggal sebatangkara di rumahnya yang terbuat dari papan kayu di Desa Siotapina, Kecamatan Ambuau, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Nenek Julaeha sedang memotong daun singkong untuk di makan tanpa nasi. Kabar ini diberitakan oleh regional kompas.

Nenek malang ini jauh dari sanak keluarga, ia pun hidup dalam kondisi mengenaskan. Terkadang terdapat warga sekitar yang iba dan memberikan pekerjaan mengupas ubi dengan upah  Rp 5.000. Uang tersebut langsung dibelikan beras.

Sobat, deretan cerita diatas dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk peka terhadap orang desiktar. Jangan sampai perut kita kenyang namun ada orang disekitar kita yang kelaparang tanpa dipedulikan. Suara paling haram adalah suara piring kosong yang dipukul dengan sendok.

Pelajaran juga bagi anda yang kelak menjadi pejabat, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, DPR, Menteri dan Presiden akan dimintai laporang pertanggung jawaban di akhirat. Setiap pemimpin akan diadili atas kepemimpinanya.

Jangan sampau ada kisah sedih seorang ibu miskin lagi, kita sebagai umat muslim pun harus bisa berbagi, menolong sesama adalah cerminan iman dan taqwa. Alangkah tega dan kejam jika kita mendengar kabar orang disekitar kita meninggal karena kelaparan, atau makan daun saja.